Minggu, 08 April 2012

Rumus Kimia dan Tata Nama Senyawa Kimia

Rumus Kimia dan Tata Nama Senyawa Kimia

Pengertian rumus kimia/senyawa sebagai gabungan dari dua unsur atau lebih yang sama atau berbeda dengan komposisi tertentu dideskripsikan dengan benar.

  Rumus Kimia
Setiap zat, baik unsur maupun senyawa, memiliki rumus kimia masing-masing, yang menyatakan komposisi atom yang menyusun partikel zat tersebut. Partikel unsur-unsur yang berupa atom memiliki rumus kimia yang sesuai dengan lambing unsur itu.
Contoh:
Rumus Kimia Beberapa Unsur
Unsur Rumus Kimia
Emas Au
Besi Fe
Belerang S
Karbon C
Natrium Na
Aluminium Al
Helium He

Ada tujuh unsur yang memiliki partikel berupa molekul dwiatom, yaitu tersusun dari dua atom.


Unsur-Unsur yang Berbentuk Molekul Dwiatom
Unsur Rumus kimia
Hidrogen H2
Oksigen O2
Nitrogen N2
Fluorin F2
Klorin Cl2
Bromin Br2
Iodin I2

Ada pula unsur-unsur yang memiliki partikel berupa molekul poliatom (tersusun dari banyak atom).
Unsur-Unsur yang Berbentuk Poliatom
Unsur Rumus Kimia
Oksigen(ozon) O3
Fosforus P4
Belerang S8

Perlu diperhatikan bahwa unsur belerang mempunyai rumus kimia S8 pada suhu rendah (partikelnya berupa molekul), sedangkan pada suhu tinggi rumus kimianya adalah S (partikelnya berupa atom tunggal). Demikian juga unsur oksigen ada dua jenis. Gas oksigen di udara yang kita hirup sehari-hari mempunyai rumus kimia O2, sedangkan oksigen yang berada dilapisan atas atmosfer mempunyai rumus kimia  O3, dan lebih dikenal dengan nama ozon.
Jika unsur tersusun dari satu jenis atom, maka senyawa mengandung lebih dari satu jenis atom. Untuk senyawa-senyawa yang partikelnya berupa molekul, rumus kimianya menyatakan jenis dan jumlah masing-masing atom yang membentuk molekul senyawa tersebut. Rumus kimia semacam ini disebut rumus molekul. Misalnya air memiliki rumus molekul H2O, sebab satu molekul air terdiri sari dua atom hidrogen dan satu atom oksigen. Glukosa memiliki rumus molekul C6H12O6, yang menyatakan bahwa satu molekul glukosa mengandung 24 butir atom yaitu 6 atom karbon, 12 atom hidrogen, dan 6 atom oksigen.
Selain rumus molekul, ada pula rumus kimia yang disebut rumus empiris, yaitu rumus yang menyatakan perbandingan terkecil atom-atom dari berbagai unsur yang menyusun suatu senyawa. Glukosa memiliki rumus molekul C6H12O6. Tetapi rumus empirisnya adalah CH2O, sebab perbandingan terkecil jumlah atom karbon, hidrogen, dan oksigen dalam molekul glukosa adalah 1 : 2 : 1. Di lain pihak, air memiliki rumus empiris yang persis sama dengan rumus molekulnya, yaitu H2O, sebab angka-angkanya tidak dapat disederhanakan lagi menjadi bilangan bulat yang lebih kecil.
Rumus empiris lebih banyak kita pakai untuk menyatakan rumus kimia senyawa-senyawa yang memiliki partikel bukan molekul, melainkan ion. Misalanya, senyawa natrium klorida (garam dapur) merupakan kumpulan ion natrium dan ion klorida dengan perbandingan 1 : 1, sehingga garam dapur memiliki rumus empiris NaCl. Ia tidak mempunyai rumus molekul, sebab tidak ada “molekul klorida”.
Rumus empiris adalah rumus yang menyatakan perbandngan terkecil dari atom-atom unsur yang menyusunsuatu senyawa.


Rumus molekul adalah rumus yang menyatakan jumlah dari atom-atom unsur yang menyusun satu molekul suatu senyawa.

 Tata Nama Senyawa Kimia
Oleh karena di alam semesta ini terdapat berjuta-juta jenis senyawa, dan setiap tahun para ahli kimia di seluruh dunia mensintesis ribuan jenis senyawa baru, maka Komisi Tatanama IUPAC (International Union for Pure and Applied Chemistry), suatu badan di bawah UNESCO, telah menyusun aturan tatanama senyawa-senyawa yang digunakan secara seragam di seluruh penjuru bumi.
Pertama-tama kita akan membahas tatanama senyawa biner, yaitu senyawa yang terbentuk dari dua jenis unsur (senyawa yang mengandung dua jenis atom). Aturan umumnya adalah sebagai berikut.
  1. Semua senyawa bner memiliki nama yang berakhiran –ida
  2. Jika senyawa biner tersusun atas atom logam dan atom bukan logam, maka nama logam disebutkan (dituliskan) lebih dahulu lalu diikuti oleh nama bukan logam yang berakhiran –ida.
  3. Jika senyawa biner tersusun seluruhnya dari atom bukan logam, maka penulisan dilakukan berdasarkan urutan :
B – Si – As – C – P – N – H – S – I – Br – Cl – O – F
Akhiran –ida disandang oleh atom yang terletak lebih disebelah kanan.
  1. Nama senyawayang sudah umum tidak usah menggunakan aturan tatanama IUPAC.
Contoh :          H2O                air
                        NH3                amonia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar